Desinfektan Antiseptik, Mengenal Cara Penggunaannya

Foto oleh Gustavo Fring - canva
Desinfektan antiseptik adalah dua zat yang sekarang ini sedang menjadi incaran masyarakat. Sejak adanya pandemic corona, dua zat pembasmi kuman dan bakteri ini menjadi kebutuhan bagi setiap orang. Pasalnya dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan dengan bantuan desinfektan antiseptik bisa membuat virus corona teratasi. Benarkah itu? 

Penggunaan Desinfektan dan Antiseptik

Dalam masalah penggunaan desinfektan antiseptik masih ada saja yang sembrono dan keliru. Desinfektan adalah zat yang diperuntukkan bagi benda mati dan antiseptik sebaliknya. Jika menggunakan desinfektan pada manusia maka tidak menutup kemungkinan orang yang terkena zat tersebut bisa terkena kanker. Jika memang ingin melindungi diri lebih baik menggunakan antiseptik yang memang dibuat untuk manusia.

Desinfektan bisa digunakan dengan cara mengelap permukaan benda mati atau bisa dengan menyemprotnya. Dengan begitu benda mati yang terkontaminasi dengan bakteri dan kuman bisa langsung steril. Sementara untuk tangan yang sering memegang benda mati yang terkontaminasi. BIsa disterilkan menggunakan antiseptik. 

Fakta Penggunaan Desinfektan dan Antiseptik

Pada prakteknya masih banyak yang melakukan penyemprotan pada manusia dengan cairan desinfektan. Hal ini karena dikatakan bahwa penyemprotan tersebut dapat mensterilkan baju yang dipakai seseorang. Padahal kulit yang terkena cairan desinfektan bisa terserang kanker nantinya. Selain itu masih ada beberapa fakta penggunaan desinfektan antiseptik yang masih keliru. 

1. Penyemprotan Pada Tubuh Manusia

Penyemprotan pada tubuh manusia dengan menggunakan desinfektan bisa membuat kulit iritasi dan berujung pada kanker. Pasalnya ada yang membuat bilik sterilisasi dengan menyemprotkan desinfektan tersebut pada orang yang ada di dalam bilik.

Ada juga yang menggunakan sinar ultraviolet dengan alasan mensterilkan tubuh dan juga baju yang dipakai seseorang. Faktanya sinar UV adalah salah satu hal yang paling harus dihindari oleh kulit karena membahayakan. Oleh karena itu baik desinfektan dan sinar UV tidak disarankan untuk penggunaan langsung pada manusia. 

2. Penyemprotan Pada Lingkungan

Jika penyemprotan pada manusia sangat berbahaya bukan berarti pada lingkungan aman. Penyemprotan desinfektan pada lingkungan tidak disarankan dilakukan terlalu sering. Ujung-ujungnya lingkungan menjadi tercemar.

Hal ini karena desinfektan mengandung zat yang bisa membunuh segala macam mikroorganisme termasuk mikroorganisme yang menguntungkan di lingkungan. Jika dilakukan penyemprotan setiap hari tentu efeknya akan sangat buruk pada lingkungan. 

3. Menghirup Desinfektan Antiseptik

Jika tanpa sengaja seseorang menghirup desinfektan tentu ini akan berujung pada penyakit yang akut dan jangka panjang. Jadi jangan sampai menyemprotkan cairan ini pada manusia. Begitu pula dengan antiseptik. Meski antiseptik digunakan untuk manusia namun bukan berarti zat ini aman dihirup manusia.

Ada yang mencampur cairan antiseptik dengan air lalu dimasukkan pada alat penyemprot ruangan dengan tujuan membersihkan udara dari virus terutama covid-19. Sebetulnya ini juga beresiko karena ada orang yang tidak tahan dengan kandungan pada antiseptik dan bisa berujung pada penyakit yang tidak diinginkan. Lebih baik gunakan sesuai aturan pakai pada kemasan antiseptik dan desinfektan karena itu cara pakai yang benar. Jangan membuat aturan pakai sendiri dan sok tahu.

Virus corona sendiri tidak sama seperti virus lain yang beterbangan di udara. Penularannya adalah melalui cairan yang keluar dari mulut atau hidung yang positif covid-19. Jadi langkah pencegahan yang tepat adalah mencuci tangan dengan sabun setiap mau makan dan menyentuh area muka. Selain itu, mencuci baju dengan deterjen, mengepel lantai rumah dengan pembersih lantai. Sehingga baik lingkungan rumah dan tubuh selalu terbebas dari kuman dan bakteri. Penyebaran covid-19 bisa ditekan dan diputus dengan menjaga kebersihan.

Belum ada Komentar untuk "Desinfektan Antiseptik, Mengenal Cara Penggunaannya "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel